UKIRAN KHAS SUMENEP

| Kamis, 02 Desember 2010 | |
Suku Madura terkenal karena gaya bicaranya yang blak-blakan serta sifatnya yang keras dan mudah tersinggung, tetapi mereka juga dikenal hemat, disiplin dan rajin bekerja. Kerena itu ternyata di kota sumenep yang merupakan kota paling timur di pulau Madura ini memiliki industri ukiran yang sudah lumayan terkenal.
Kayu ukir yang dihasilkan dari desa Karduluk kecamatan Pragaan memiliki ciri khas tersendiri berbeda dengan kayu ukir lain, yaitu menggambarkan seni budaya khas Sumenep. Biasanya menggunakan warna merah,hijau dan kuning sebagai warna khas Sumenep.

Masalah kualitas tidak kalah dengan yang lain bahkan pemasaran sudah menembus Pasar Ekspor. dipastikan kedepan akan terus menembus pangsa pasar internasional, dimana baru–baru ini pengusaha Jepang, Mesir dan Selandia Baru datang langsung ke Sumenep untuk memesan batik dan ukiran kayu.Untuk Selandia Baru memesan kayu ukir langsung ke desa Karduluk dalam bentuk perabotan rumah tangga mulai dari kursi, lemari hingga ranjang.

Namun saat ini para pengrajin mengadapi masalah kelangkaan bahan baku yaitu kayu jati. Terbatasnya bahan baku pembuat kayu ukir dan aturan-aturan baru mengakibatkan turunnya produksi kayu ukir desa Karduluk. Bahan baku yang biasa digunakan oleh para pengrajin ukiran desa Karduluk adalah kayu jati yang berasal dari pulau Kangean. Karena selain harganya yang murah, kwalitasnya ukiran yang dihasilkan juga sangat bagus. Namun beberapa waktu ini kayu sulit didapat sehingga harga kayu menjadi sangat mahal. Hal ini berakibat pada harga ukiran kayu. Padahal beberapa waktu sebelumnya perolehan kayu yang diinginkan sangat mudah. Hal ini disebabkan adanya kenaikan BBM sehingga biaya transportasi menjadi naik.
Adanya aturan-aturan baru tentang spesialisasi juga menjadi penghambat produksi kayu ukir. Sebenarnya hal ini dilakukan oleh pemerintah bukan untuk menghambat produksi kayu ukir Karduluk melainkan untuk melindungi hak cipta sehingga bukan pengusaha besar saja yang menikmati hasilnya akan tetapi ada keseimbangan antara pengusaha kecil dan besar.

0 komentar:

Poskan Komentar